Kamis, 10 Mei 2012

Profile

Setelah penantian lebih dari 3 Dasawarsa:

ALHAMDULILLAH.........

Ditemukan ‘obat’ Pencegah Penyakit HIV/AIDS dan Narkoba.

Buku ini bertutur tentang tata cara mencegah mewabahnya penyakit HIV/AIDS dan Narkoba. Sekaligus mengajak semua fihak agar bersama-sama membangun dinding penahan untuk menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam lembah Narkoba dan HIV/AIDS.  Didedikasikan kepada sebuah upaya dengan pendekatan Silaturrahmi guna meniti jalan menuju Hadist Nabi Muhammad saw. bahwasanya, “Setiap penyakit ada obatnya.....” Sedemikian hingga target MDGs (Millennium Development Goals) tahun 2015, Insya Allah dapat tercapai.

WARNING !!

Pemuda Menjadi Target Utama

 
Emergency!! Negara dalam keadaan bahaya!. Saat ini penyakit HIV/AIDS & Narkoba sudah menyerang seluruh Kabupaten di Indonesia. Bahkan, sudah tidak ada satu Kelurahan pun di Jakarta-Indonesia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS & Narkoba. Wahai putra bangsa, mari darma-baktikan diri kita, andil dalam mencegah merajalelanya penyakit HIV/AIDS & Narkoba. Wahai pejuang agama, mari selamatkan generasi muda dari kehancuran (lost youth generation), karena sebagian besar penderita HIV/AIDS dan penghamba Narkoba didominasi oleh pemuda.
Para pemuda yang seharusnya menjadi pilar bangsa, pejuang agama dan kebanggaan keluarga, luluh tidak kuasa menahan serbuan salah satu penyakit paling mematikan di muka bumi. Yang lebih mengerikan, hingga saat ini masih belum diketemukan obat penanggulangan penyakit HIV/AIDS secara efektif. Para pakar menyebut HIV/AIDS merupakan penyakit ‘terminal’ artinya siapapun dia, bila sudah terjangkiti, walaupun sudah dilakukan upaya medis akan berakhir dengan  kematian.
 
IDENTIFIKASI PENYAKIT
Awal mula penyakit HIV/AIDS diketahui dari perzinaan (homoseksual selanjutnya berkembang heteroseksual). Dalam penyebarannya, virus penyakit HIV menemukan ‘habitat’ yang lain, yaitu pengguna Narkoba melalui jarum suntik sebagai sumber utama dampingan. Ke dua sumber penyakit itu bergabung, menjadi dua ujung tombak kembar, sehingga membentuk suatu kekuatan besar. Kekuatan itu mampu meluluh-lantakkan tatanan kehidupan, terutama para pemuda. Dampak kolaborasi itu sangat luar biasa; perbuatan zina (pornografi & pornoaksi) dilakukan dengan terang-terangan, seakan sudah merupakan tren dan gaya hidup. Banyak pemuda yang melakukan tindak kekerasan, kemaksiatan, akibat mengkonsumsi Narkoba. Yang lebih memprihatinkan, tidak sedikit orang tidak terkecuali anak-anak, sangat mudah mengakses situs-situs pornografi. Mereka tinggal Klik!, maka terbukalah gerbang kemaksiatan 
dihadapannya dan akhirnya perzinaan pula yang menyertainya. Bisa dibayangkan, para pemuda termasuk pelajar dan mahasiswa tumbuh di lingkungan yang ‘kotor’ seperti ini. Maka mudah ditebak, apabila penderita penyakit HIV/AIDS banyak dari kalangan pemuda. 
Rasulullah saw. bersabda:
"….Tidaklah nampak suatu perbuatan fahishah (zina) pada suatu kaum hingga mereka terang-terangan melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu sebelum mereka..." (H.r. Ibnu Majah).
Hadits di atas tepat sekali dalam mendefinisikan penyakit AIDS (penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu sebelum mereka). AIDS timbul karena nilai-nilai moral agama sudah diabaikan secara terang-terangan, tanpa ada perasaan sesal, malu dan takut dosa. 

Ini dia...!!

3 Penyebab Utama Timbulnya Penyakit HIV/AIDS dan Narkoba

1.      LINGKUNGAN

Salah satu faktor pemicu ‘kotornya’ lingkungan di sekitar pemuda karena perzinaan terutama Narkoba sudah menjadi industri. Sebuah ladang bisnis skala Internasional dengan keuntungan yang sangat menggiurkan.
Dampak yang signifikan dapat disimak dari hasil survei Komisi Nasional Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada tahun 2007:
 
 






Betapa parah kondisi lingkungan anak muda zaman sekarang. Hampir semua remaja (93,7%) sudah melakukan perzinaan, itu berarti mereka terkepung dengan lingkungan yang kotor berlapis-lapis. Akibatnya pornografi dan pornoaksi marak dilakukan. Tindakan kriminal, kekerasan fisik & pelecehan seksual  ada di mana-mana. Aborsi menjadi solusi praktis, bukan merupakan aib dan dosa besar. Sedemikian parah, akhirnya penyakit HIV/AIDS datang menghadang.
2.Bujukan Syetan
 “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr (minuman keras), berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (Q.S. Al-Maidah: 90)
Firman Allah swt. di atas menyadarkan kita, bahwa dibalik mudahanya orang yang terjerumus ke dalam lembah perzinaan dan narkoba, ternyata banyak dipengaruhi oleh ‘kehadiran’ syetan di tengah-tengahnya. Sehingga dapat dimaklumi, bila percepatan angka penderita HIV/AIDS dan Narkoba, tidak lepas dari ‘kinerja’ syetan dan bala tentaranya.

3.     Penyempurnaan Hawa Nafsu

Hawa nafsu membimbing seseorang/para pemuda untuk cenderung memperturutkan segala perkara yang sesuai dengan keinginannya, sekalipun harus berlawanan dengan syareat agama. Nafsu senantiasa membawa agar seseorang menjauhkan diri dari Allah swt. dan RasulNya. Dengan provokasi syetan, hawa nafsu dengan tekun berusaha agar seorang pemuda memilih jalan ingkar kepada Allah swt.
Allah swt. berfirman:
''Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, niscaya ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.'' (QS Shaad [38]: 26).

Para pemuda ibarat berada di persimpangan jalan, mereka masih labil, belum tahu arah. Besarnya sifat keingin-tahuannya dan semangat ingin mencoba seringkali menjadi perangkap syetan untuk menjerumuskannya ke dalam lembah kehinaan.
Allah swt. berfirman:
''Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan.'' (Q.s. Yusuf: 53)

Gemerlapnya dunia di era globalisasi, dengan cepat mampu menarik perhatian para pemuda untuk ambil bagian ke dalam keriuhannya. Atas nama pergaulan dan gaya hidup modern, para pemuda larut ke dalam hura-hura, namun tanpa disadari akan melumpuhkan potensi dirinya.

‘Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia tidak akan sampai pada Tuhannya sama sekali. Dan kedekatan manusia terhadap Allah swt. menurut kadar pembersihan jiwanya’ (Al Musnid Al Allamah Al-Habib Umar bin Hafiz).

Ke tiga faktor utama tersebut (lingkungan, bisikan syetan dan hawa nafsu) berkolaborasi membentuk suatu kekuatan besar yang sangat mengerikan. Dapat dimaklumi, bila berbagai program dan slogan yang dicanangkan belum mampu menanggulangi penyakit HIV/AIDS, karena ke 3 faktor tersebut bersembunyi di balik penyakit tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar